Empat Kota Dapat Di Indonesia Data Center AI, Tapi Airnya Berapa?
Terbit 27 September 2026
Empat lokasi dengan total 2,6 gigawatt. Tapi angka 580 MW di Batam berarti 14 juta meter kubik air per tahun yang tidak disebut siapa pun.

Empat lokasi sudah masuk daftar. Yang belum dibahas adalah tagihan yang menyertainya.
Bahasa soal data center AI terdengar seperti cerita teknologi. Padahal ini cerita energi dan air. Empat daerah Indonesia punya proyek yang sudah diumumkan, dengan total kapasitas sekitar 2,6 gigawatt. Yang perlu dipikirkan adalah berapa liter air yang ikut datang.
- Batam, Kepulauan Riau โ AI Factory 360 MW dengan 170.000 GPU bersama Nvidia. EGS membangun di 30 hektare Nongsa, naik dari 140 MW ke 580 MW pada 2030
- Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat โ kampus 640 MW dengan pendinginan cair sampai 500 kW per rak. Lokasinya sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur
- Batang, Jawa Tengah โ Zankore, antara Indosat, Ooredoo, Nokia, dan Nvidia, menargetkan 1 gigawatt dalam tiga tahun
- Surabaya, Jawa Timur โ DCI Indonesia membuka E2 dengan kapasitas 9 MW. Yang paling kecil, dan paling sering disamakan dengan yang lain
Kelebihannya nyata
Kapasitas 2,6 gigawatt itu besar. Untuk ukuran Asia Tenggara, ini posisi yang kuat, dan tidak banyak orang mengira kita punya itu.
Beberapa keunggulan yang bukan sekadar jargon:
- Data center AI butuh listrik stabil 24 jam. Keuntungannya bagi negara yang punya kapasitas baterai dan koneksi kabel bawah laut ke Singapura dan Amerika
- Pekerjaannya teknis, bukan pabrik. Butuh engineer, analis keamanan siber, arsitek cloud, dan spesialis AI
- Efek pembawa. Vendor, kontraktor, dan ekosistem software ikut tumbuh di sekelilingnya
- Kawasan dagang. Batam sudah bebas bea dan terhubung ke lebih dari 80 persen lalu lintas internet Indonesia
Dan ini bukan sekadar wacana. Pemerintah sudah bergerak: Komdigi bersama IDPRO sedang menyusun standar pusat data berkelanjutan, dan industri ditargetkan tumbuh sepuluh kali lipat dalam lima tahun.
Kekurangannya: air
Ini yang paling sering dilewati, dan angkanya bisa dihitung sendiri. EPRI mempublikasikan patokan untuk pusat data 150 MW pada Mei 2025: 2,8 liter air per kilowatt-jam untuk pendinginan menara air.
Untuk 580 MW di Batam, itu jadi:
- 14,2 juta meter kubik air per tahun
- setara 51.284 rumah tangga yang memakai 760 liter per hari
Untuk 1 gigawatt di Batang dengan pendinginan yang sama: 24,5 juta meter kubik per tahun. Dan itu masih rencana di atas kertas.
Bandingkan dengan Surabaya yang sekarang 9 MW: hanya 0,22 juta meter kubik per tahun, setara 796 rumah tangga. Membedakan yang sudah jadi dan yang masih rencana itu penting, karena orang mudah menyamakan keduanya.
Kekurangannya: listriknya dari mana
Pertanyaan kedua lebih sulit daripada air. Pada akhir 2024, 86,36 persen kapasitas terpasang Indonesia masih batu bara. Target 23 persen energi terbarukan justru diundur ke 2030.
Data center butuh listrik stabil dua puluh empat jam. Solar dan angin tidak punya itu. Plan listrik 2025-2034 memang menambah 42,6 gigawatt energi terbarukan, tapi itu lebih cocok untuk beban yang bisa diprediksi.
Untuk 1 GW di Batang, kalau pendinginannya memakai 40 persen listrik, berarti sekitar 400 MW hanya untuk mendinginkan chip. Itu setara lebih dari 0,4 persen kapasitas terpasang nasional, dan semuanya datang dari jaringan yang sebagian besar masih batu bara.
Yang paling sering dikaburkan
Dua hal ini jarang disebut, padahal paling menentukan.
Pertama, angka MW tidak jelas basisnya. Apakah itu beban server atau seluruh gedung? Jawabannya menentukan semuanya, dan hampir tidak ada yang menyebut. Selisihnya sebesar PUE, yaitu sekitar 1,1 sampai 1,4 untuk pendinginan cair.
Kedua, sumber airnya berbeda. EPRI menyebut WUE lokasi bisa 0,1 sampai 9,0 liter per kilowatt-jam. Angka yang Anda dengar di artikel sering mengambil angka paling rendah tanpa menyebut asumsinya.
Dan klaim vendor soal pendinginan "hampir tanpa air" hanya berlaku di iklim yang udaranya konsisten sejuk. Batang dan Surabaya adalah iklim tropis panas dan lembap. Di sana udara luar tidak akan pernah konsisten sejuk, jadi angkanya harus lebih tinggi daripada brosur.
Pertanyaan yang layak ditanyakan
Kalau memang mau membangun, lima hal ini sebaiknya jadi syarat:
- Berapa liter per kilowatt-jam yang jadi acuan? Tanpa angka itu, klaim hemat air tidak berarti apa-apa
- Angka MW itu beban server atau seluruh gedung?
- Airnya dari mana, dan apakah gedung itu menarik dari sumber yang sama dengan warga sekitar? Untuk Jatiluhur ini paling tajam, karena letaknya lima kilometer dari bendungan
- Desainnya beneran pendinginan cair atau menara air? Selisihnya delapan kali lipat
- Berapa air saat konstruksi? Tidak ada yang mempublikasikannya, dan kadang lebih besar dari kebutuhan operasional tahun pertama
Cara cek sendiri
Angka di atas seharusnya bisa Anda verifikasi ulang, dan itu memang maksud tool ini. Buka AI Data Center Water & Power di Loonix, masukkan angka MW yang diumumkan, dan lihat sendiri berapa meter kubik per tahun yang keluar.
Tool itu sengaja menampilkan rentang ketidakpastian, karena angka yang keluar bisa berbeda dari sini maupun dari sumber lain. Yang tidak dihitung di sana juga sebaiknya Anda tanyakan: air saat konstruksi, air di luar lokasi akibat listrik yang dibakar di tempat pembangkitan, dan apakah desain sebenarnya yang dipakai sesuai yang dijanjikan.
Jadi jawaban atas pertanyaan awalnya sederhana. Keempat lokasi ini memang bisa dibangun, dan keuntungannya nyata. Tapi biayanya bukan di kolom investasi. Ada di tagihan listrik PLN dan di air yang diminum warga sekitar.
Bagikan artikel ini
Bagikan ke
Artikel terkait

27 September 2026
Seperempat Artikel Panjang di Medsos hampir semua Ditulis Mesin
Pangram memindai sejuta kiriman dan menemukan 41 persen artikel panjang LinkedIn sepenuhnya ditulis mesin. Tapi detektornya punya masalah lebih besar.

27 September 2026
Passkey Bisa Dibajak Malware Tanpa Sentuh Fingerprint Anda
Malware di Windows bisa memakai passkey tersinkron Google tanpa biometric, tanpa buka perangkat, dan tanpa persetujuan Anda. Ini yang terjadi.

27 September 2026
Kenapa Foto yang Dikirim sebagai Dokumen Bocorkan Lokasi Anda
Foto yang dikirim sebagai dokumen berpindah tanpa perubahan sama sekali, lengkap dengan koordinat GPS. Begini cara membersihkannya sebelum dibagikan.



