5 Potensi Sanksi yang Mengintai Manchester City dalam Kasus 115 Tuduhan Premier League
Terbit 26 September 2026
Terjemahan Inggris belum tersedia untuk artikel ini.
Proses hukum Manchester City terkait dakwaan pelanggaran finansial masih berjalan tanpa keputusan final per September 2026. Berikut adalah rincian kasus, preseden liga, dan 5 bentuk sanksi yang berpotensi dijatuhkan komisi independen.

Kasus dugaan pelanggaran aturan finansial yang melibatkan Manchester City masih menjadi perhatian utama publik sepak bola Inggris. Hingga September 2026, belum ada vonis maupun sanksi resmi yang dijatuhkan oleh komisi independen kepada klub bermarkas di Etihad Stadium tersebut.
Premier League pertama kali melayangkan dakwaan pada Februari 2023 dengan fokus penyelidikan mencakup sembilan musim, yakni dari 2009/10 hingga 2017/18—periode awal setelah akuisisi oleh Abu Dhabi United Group pada 2009. Sidang dengar pendapat (hearing) di hadapan komisi independen telah berlangsung selama tiga bulan dan selesai pada akhir 2024.
Meski persidangan telah usai, tenggat waktu pengumuman hasil akhir belum dipastikan. CEO Premier League, Richard Masters, pada Agustus 2026 menegaskan bahwa pihak liga tidak mengetahui pasti kapan vonis akan dibacakan. Di sisi lain, manajemen Manchester City secara konsisten membantah seluruh tuduhan sejak awal proses hukum bergulir.
Rincian 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial
Secara resmi, dokumen dakwaan memuat 115 tuduhan. Namun, dalam beberapa laporan media seperti The Athletic, jumlah ini kerap dihitung sebagai 129 atau 130 poin karena perbedaan teknis dalam pengelompokan pelanggaran berulang di setiap musimnya.
Rincian dari 115 tuduhan tersebut terbagi ke dalam lima kategori:
- 54 tuduhan: Kegagalan menyediakan informasi keuangan yang akurat dan jujur (musim 2009/10 hingga 2017/18).
- 14 tuduhan: Kegagalan memberikan rincian akurat terkait remunerasi serta pembayaran kontrak pemain dan manajer.
- 7 tuduhan: Pelanggaran aturan keberlanjutan keuangan domestik atau Profitability and Sustainability Rules (PSR) pada periode 2015/16 hingga 2017/18.
- 5 tuduhan: Kegagalan mematuhi regulasi UEFA Financial Fair Play (FFP) pada periode 2013/14 hingga 2017/18.
- 35 tuduhan: Kegagalan bekerja sama dalam proses investigasi Premier League sejak Desember 2018 hingga Februari 2023.
5 Potensi Sanksi yang Bisa Dijatuhkan
Jika komisi independen menyatakan Manchester City bersalah, Handbook Premier League Section W memberi kewenangan penuh kepada komisi untuk menjatuhkan berbagai bentuk hukuman. Berikut adalah lima jenis sanksi yang berpotensi diterapkan:
- Pengurangan Poin (Points Deduction): Sanksi ini dapat diterapkan langsung pada musim berjalan (immediate) atau ditangguhkan (suspended). Beberapa pengamat memperkirakan potensi pemotongan poin bisa mencapai rentang 40 hingga 60 poin jika terbukti bersalah atas mayoritas tuduhan.
- Denda Finansial Skala Besar: Komisi berhak menjatuhkan hukuman finansial tanpa batasan nominal tertentu sebagai bentuk penalti atas pelanggaran pelaporan keuangan.
- Penurunan Divisi (Degradasi dari Premier League): Sanksi berupa pengeluaran dari kompetisi kasta teratas dan penurunan ke divisi bawah (EFL Championship atau lebih rendah) menjadi salah satu opsi hukuman olahraga terberat yang tersedia di dalam regulasi.
- Pencabutan Gelar Juara Liga: Selama periode yang diselidiki (2009/10–2017/18), Manchester City memenangkan tiga gelar juara Premier League. Meskipun tidak memiliki preseden dalam sejarah Premier League, opsi pencabutan gelar tetap terbuka secara hukum.
- Sanksi Khusus atas 35 Tuduhan Tidak Bekerja Sama: Kategori ini berkaitan langsung dengan etika proses disipliner, bukan angka laporan keuangan. Komisi dapat menjatuhkan hukuman terpisah khusus untuk tuduhan ketidakoperatifan ini.
Preseden Resmi Hukum Finansial Premier League
Pengenaan sanksi hukuman poin akibat pelanggaran PSR telah memiliki preseden resmi pada klub lain:
- Everton (2023–2024): Dijatuhi hukuman awal pengurangan 10 poin pada 17 November 2023 akibat kerugian mencapai £124,5 juta (melewati batas ambang £105 juta). Setelah mengajukan banding, sanksi dikurangi menjadi 6 poin.
- Nottingham Forest (2024): Dijatuhi pengurangan 4 poin pada 18 Maret 2024 setelah melampaui batas kerugian khusus (£61 juta). Permohonan banding Forest ditolak oleh Appeal Board pada 7 Mei 2024 sehingga sanksi tetap berlaku.
Mekanisme Keputusan dan Prosedur Banding
Proses persidangan dijalankan oleh komisi independen yang terdiri dari tiga anggota yang dipilih oleh Ketua Panel Yudisial, Murray Rosen KC. Berdasarkan aturan Rule W.82.2, seluruh proses persidangan bersifat tertutup (private) dan rahasia.
Keputusan akhir beserta alasannya akan dipublikasikan secara resmi melalui situs premierleague.com. Setelah keputusan keluar, pihak yang berkeberatan memiliki hak mengajukan banding ke Appeal Board yang juga beranggotakan tiga orang independen.
Situasi Terkini di Etihad Stadium
Proses hukum yang membayangi dalam beberapa tahun terakhir bertepatan dengan masa transisi di dalam tim. Pep Guardiola telah resmi meninggalkan posisi manajer Manchester City pada musim panas 2026, dengan Enzo Maresca santer diproyeksikan sebagai suksesor utama di kursi kepelatihan.
Di tengah penantian vonis komisi independen, skuad Manchester City tetap berkompetisi di papan atas musim 2026/27. Kepastian mengenai apakah keputusan komisi nantinya mencakup penjatuhan sanksi sekaligus atau hanya menentukan status bersalah/tidaknya klub, masih menunggu pengumuman resmi dari Premier League.
Gambar pendukung

halaand.jpeg
Bagikan artikel ini
Bagikan ke
Artikel terkait

26 September 2026
Cara Buat Password Kuat yang Susah Ditebak: Panjang Lebih Penting dari Kombinasi Huruf
NIST tidak lagi mewajibkan kombinasi rumit huruf besar, angka, dan simbol. Faktor paling menentukan keamanan kata sandi saat ini adalah panjang karakter.

26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun, Akan Dimakamkan di Samping Makam Fatmawati
Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno, Guruh Soekarnoputra, wafat pada Sabtu pagi, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di usia 73 tahun. Jenazahnya akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, tepat di samping pusara ibundanya, Fatmawati.

26 September 2026
Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Emosi dan Tiga Hari Istirahat
Matchday kedua Grup A di SUGBK, Senin 28 September 2026 pukul 19.30 WIB. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi 3 poin, di mana hanya juara grup yang berhak lolos langsung ke partai final.



